PARADIGRAM WANITA HANYA DI DAPUR, SUMUR, DAN KASUR SEMAKIN KABUR (RUMAH BITHA REVIEW FANNI MARDHOTILLAH)

Beberapa waktu lalu, begitu tau bahwa #filmrumahbitha garapan Hindra bersama Pehagengsi akan tayang di Jakarta, aku sangat bersemangat untuk hadir dan menonton langsung. Segera ku tancap gas menuju Sinema 8, Jakarta saat itu.

Aku suka ide ceritanya. Bahkan relate dengan sebagian org. Om dan tanteku contohnya. Tante kerja kantoran sedangkan suaminya freelance yang kadang ada pemasukan kadang tidak. Ini akhirnya semakin memperlihatkan bahwa paradigma wanita hanya di dapur, sumur dan kasur semakin kabur. Salah satu tema film yang aku suka.

Tp sayang hari itu, saat pemutaran tanggal 15 maret 2020 agak sepi. Karena presiden baru saja menetapkan darurat nasional untuk sosial distancing yang sekarang dikenal Physical distancing. Semoga setelah semua kembali kondusif akan lebih banyak penonton ‘menikmati’ Rumah Bitha

Dear mbak Hindra, Aku menunggu film kamu selanjutnya mbak. Tetepa berkarya!

Postingan asli dari Instagram @fannillah: https://www.instagram.com/p/B-3mqdwnB-p/
Lebih jauh tentang Rumah Bitha: https://www.pehagengsi.com/2020/03/rumah-bitha.html


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Tengkyu...

ADALAH

Pehagengsi adalah supergrup dengan kemampuan yang 'terbatas', meyakini bahwa produksi pengetahuan adalah kunci utama, Visual-Audio salah satu disiplinnya dan Alter Native adalah semangatnya. Mari bekerjasama! (Hotline: 081.392.19.4679 - RM. Maya)


AWARD & NOMINATION Bulan Film Nasional 2020 // Winner Regional Indonesia 21st DigiCon Hong Kong 2019 // Commision Work for Soundrenaline 2016 // Film Pendek Terbaik Psychofest Surabaya 2013 // Honda TVC 2nd Winner, 2012 // Smartfren Video 1st Winner, 2011


PEHAGENGSI; Alter Native

@Pehagengsi

#Pehagengsi